Wednesday, February 6, 2013

Pengalaman Mudik Kampung

Sudah seminggu ini saya berada di tanah air (hooray!), Puji Tuhan sudah cukup settle kembali di lingkungan semula.

Minggu lalu sempat ada drama ketika ketika berangkat dari Townsville (tgl 29 Jan). Bagi yang ingin menyimak saya taruh detil-nya di bagian bawah. Pelajaran yang saya tarik adalah, jika hidup yang kita jalani sekarang adalah bagian dari rencana Ilahi, maka tidak ada alasan untuk tidak memaknai setiap detil perjalanan hidup ini dengan senantisa bersandar pada rencana Ilahi-Nya karena itu tetap tenang dan komunikasikan dengan baik dengan orang lain keinginan kita. 

Akhirnya saya mengucapkan selamat berjuang bagi rekan2 sekalian dan mengucapkan terima kasih atas persahabatan dan kekeluargaaan yang saya terima dalam menjalani kebersamaan selama di Townsville terutama dalam keluarga besar PPIA (termasuk Cairns yah). Mohon maaf atas ceplas-ceplos saya jika menimbulkan rasa tidak nyaman.

dalam Doa,
Wem

Here is the story>>>>

Rencana perjalanan Tgl 29 Jan
  • Tiket Townsville-Brisbane (14.40-16.05)
  • Tiket Brisbane-Denpasar (18.15-22.45)
  • Nginap di Bali (Arranged by JCU Intl Office)
  • Tiket Denpasar-Kupang (11.15-12.55)
  • Saya bawa bagasi: 1 karton dus berisi sepeda @30kgs; 1 bag @30kgs; 2 items @20kgs-ish, 2backpack (total 6 items). Saya dapat 1 checked baggage dari Virgin dan sudah bayar 2 extra baggage@65AUD, sedangkan untuk sepeda (oversize baggage) harus dibayar di bandara @80AUD. Sebenarnya bisa kirim kargo namun saya timbang2 butuh lebih banyak biaya, jadi dengan pertimbangan demikian saya merepotkan diri dengan membawa serta bagasi tersebut dengan saya (kebetulan uang yang saya siapkan terbatas).
Saat Check in:

System Virgin error jadi saya tidak perlu membayar oversize baggage (80AUD selamat! Yaiy....) dan tidak perlu ambil bagasi di Brisbane karena connection flight.

Saat menunggu boarding:

Pesawat Townsville_Brisbane delay lebih dari satu jam, waktu saya langsung bertanya ke counter Virgin apakah saya masih bisa mengejar connection flight saya yg di Brisbane dan ternyata saya akan terlambat untuk pesawat tersebut. 

Mereka dapat memberikan tiket lainnya untuk penerbangan selanjutnya (for free) tapi penginapan dan tiket ke Kupang akan hangus. Saya coba komunikasikan dengan Olivia perihal hotel dan penerbangan tapi Olivia tidak bisa memberikan kepastian karena takut akan delay lagi jadi sebaiknya kontak kembali JCU setibanya di Bali.

Akhirnya setelah rembug dengan Ardi dan Iben saya putuskan untuk terbang saja ke Brisbane dan menginap di Bandara (mereka tidak bisa menyediakan penginapan karena sudah full akibat bencana banjir di Queensland). Saya kemudian check in lagi dan masih tidak perlu membayar karena system masih rusak. 

Sementara menunggu penerbangan saya (tetap delay), saya mendapat telepon dari Olivia bahwa travel agent JCU sudah mengatur untuk hotel dan jadual penerbangan ke Kupang yang baru (yaiy!). 

Saat di Brisbane:

Akhirnya hampir tengah malam saya tiba di Brisbane, melihat bandara yang kosong dan harus membawa kemana2 enam bagasi saya memberanikan diri untuk bertanya mengenai penginapan di orang Virgin dan bersyukur mereka masih punya slot (yaiy!), dan bersyukurnya lagi mereka menanggung biaya transport dari dan ke bandara menuju penginapan.

Keesokan paginya (30 Jan), karena bukan connection flight saya harus membayar tiga extra/oversize bagasi saya @80AUD, namun karena sistemnya masih terganggu sayapun tidak perlu membayar (yaiy!).

Saat Di Bali:

Barang yang dibeli diatas 250USD harus dideclare, kebetulan didalam tas punggung saya ada 3 tablet dan 2 laptop. Saat disodorkan form declare, dalam hati saya berkata "wah gara2 free terus akhirnya sampe tanah air saya mesti keluar duit di bea cukai!" Sempat saya tidak mau mengisi form declare namun saya putuskan untuk menuliskan apa yang saya bawa.

Sampai di bandara Ngurah Rai dan setelah keluar dari petugas imigrasi saya menuju petugas bea cukai. Saya lalu menuju salah satu petugas dan dari jauh dari papan nama yang dipakai saya tahu dia berasal dari Kupang (Saya tahu dari marganya), lalu saya dengan percaya diri menyapa "Shalom Bapa!" kata saya, lalu dia membalas: "Cuka minyak nih, lu anak Kupang ko? Sudah su lewat su!" Tanpa harus diperiksa.

Hmmm, cukup ambil yg positif saja.